Jenis-jenis Wallpaper dan Cara Perawatan Wallpaper

01 October 2018 - Kategori Blog

Wallpaper, material yang memiliki fungsi utama sebagai dekorasi dinding ini ternyata telah dikenal sejak lama. Dibandingkan cat, wallpaper memiliki keunggulan corak desain yang menawan, juga variasi warnanya yang menarik. Dengan finishing satu ini, tampilan ruang bias diubah menjadi cantik dalam seketika.

Sesungguhnya wallpaper tidak hanya berfungsi mempercantik. Masih banyak fungsi lainnya, salah satunya memanipulasi ruang. Dengan wallpaper yang tepat, kita menyeimbangkan proporsi ruang, misalnya membuat ruang yang rendah berkesan lebih tinggi, atau ruangan sempit berkesan lebih lebar.

 

Apa itu Wallpaper?

Secara harfiah wallpaper berarti kertas dinding atau kertas pelapis dinding. Material ini ternyata ditemukan pada abad XVI. Tentu saja kualitas wallpaper saat itu tidak sebaik sekarang. Sebagai contoh, kala itu kertas yang digunakan tipis sehingga mudah sobek. Proses cetaknya pun masih menggunakan tangan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, pada abad XIX produksi wallpaper akhirnya bias dilakukan secara massal dengan bantuan mesin. Bahkan pada akhir abad tersebut, teknik emboss mulai ditemukan dan menjadi cikal bakal wallpaper bertekstur. Kini, wallpaper tidak hanya dibuat dari kertas, tetapi juga bahan lain demi mendapatkan produk yang kuat dan tahan lama. Sabagai contoh, dibuatlah wallpaper vinil yang memiliki durabilitas tinggi dan mudah dibersihkan. Ada pula yang terbuat dari serat alam seperti daun bamboo, bahkan seng yang biasanya kita pakai sebagau penutup atap.

Kini, kualitas wallpaper jauh lebih baik dibandingkan saat pertama kali ditemukan. Selain lebih awet. Ragam motif yang dapat diaplikasikan untuk berbagai gaya dan interior semakin banyak.

 

Perawatan Mudah

Saat memilih material finishing, kemudahan perawatan menjadi pertimbangan utama. Semakin praktis perawatannya, semakin disenangilah material itu. Wallpaper adalah material yang memenuhi syarat tersebut. Dalam kondisi ruang ideal, misalnya tidak terlalu lembab atau tidak terkena sinar matahari langsung, umur kedua jenis pelapis ini akan panjang. Frekuensi perawatanyya juga tidak sering dan bias dilakukan sendiri.

Tips “Mencuci” wallpaper

Hampir semua wallpaper sat ini bersifat washable atau spongable. Washable atau spongable artinya permukaan wallpaper bias dicuci dengan air sabun. Cara mencucinya, tambahkan sedikit detergen lembut kedalam ember berisi air. Siapkan air bersih pada ember yang lain. Celupkan kain lembut atau spons ke dalam ember pertama, peras dan basuh wallpaper dengan gerakan melingkar. Dengan kain yang berbeda, basuh permukaan wallpaper yang sebelumnya telah dicelupkan ke air bersih. Segera keringkan dengan lap bersih agar wallpaper tidak menjadi lembap atau air masuk kebawah wallpaper.

 

Kekurangan Wallpaper

Seperti yang kita ketahui, format kedua material ini berupa lembaran yang ditempelkan ke permukaan bidang, bias vertical maupun horizontal. Proses penempelan ini memerlukan keahlian dan metode khusus supaya tampilan akhirnya rapi. Dengan kata lain, pemasangannya tidak boleh dilakukan sembarangan. Bias dibilang, inilah kekurangan kedua elemen ini, terutama wallpaper. Menyambungkan motif pada wallpaper juga membutuhkan kecermatan agar motif tidak berantakan. Sebaiknya gunakan jasa pemasangan wallpaper yang sudah berpengalaman.

Kekurangan lain yang harus anda ketahui :

Sebagian besar wallpaper harus diterapkan di ruang yang dilengkapi penyejuk udara. Kondisi iklim tropis yang lembap dan panas memang kurang ramah terhadap wallpaper.

 

Jenis Bahan

  • Paper, Warna-warna yang tajam

Wallpaper yang sepenuhnya terbuat dari kertas ini merupakan jenis wallpaper yang pertama kali ditemukan. Karena terbuat dari kertas biasa, tak heran wallpaper ini rentan sobek, terutama saat pemasangannya. Wallpaper daru kertas biasa ini mudah kotor (bersifat menyerap minyak, kotoran, dan noda dari tangan kita) dan cepat rusak jika dibersihkan. Paling cocok untuk ruangan dengan tingkat aktivitas rendah seperti kamar tidur. Kelebihannya terletak pada kualitas detail dan ragam motif yang sangat bervariasi.

Karena dibuat dengan cara dicetak di kertas, berbagai motif dapat diwujudkan secara instan. Detail motif yang dihasilkan juga lebih tajam dibandingkan jenis wallpaper yang lain.

  • Heavy duty paper (bisa dicuci)

Dari namanya, wallpaper ini memiliki sifat kuat(heavy duty). Heavy Duty Paper dikembangkan sejak abad XIX dengan nama Lincrusta dan Anaglypta (dua merek yang terkenal kala itu). Saat ini anaglypta bahkan masih diproduksi. Karakteristik Heavy Duty Paper adalah tebal, memiliki lapisan linen pada bagian belakang, da nada yang terbuat dari campuran bubur kayu dan katun. Jenis wallpaper ini dapat diberi motif timbul (emboss) dan merupakan wallpaper pertama yang bias dicuci. Keistimewaan lainnya, heavy duty paper bias dicat sehingga anda dapat mengganti warna tanpa harus membeli wallpaper yang baru.

  • Fiberglass Weaves (tahan api dan tidak berjamur)

Jenis wallpaper ini terbuat dari serat fiberglass yang ditenun atau dianyam sihingga menjadi lembaran wallpaper pada umumnya. Kelebihan wallpaper fiberglass weaves adalah tahan api, tidak membusuk atau berjamur, dan tahan lama. Karena keistimewaan tersebut, wallpaper ini sesuai diaplikasikan di area lembap. Fiberglass weaves juga dapat di cat.

  • Vinyl Paper (anti noda minyak dan lembap)

Vinyl paper adalah jenis wallpaper yang paling umum digunakan. Selain untuk ruang duduk, kamar tidur, ruang kerja, ruang makan, bahan yang satu ini juga aman untuk dapur dan kamar mandi. Vinyl paper tidak mudah rusak terkena noda minya, lemak, kelembapan, dan cipratan air. Dengan kata lain. Durabilitasnya bias diandalkan. Baian belakang wallpaper jenis ini ada yang dilapisi kertas dan kain.